Wednesday, April 27, 2016

Saat Gundah Melanda Panjatkan Doa ini. .

Saat dalam kondisi semacam ini, emosi seseorang dapat meningkat drastis. Ini bisa menyebabkan hal-hal yang lebih buruk jika tidak dapat dikendalikan.
Kegundahan dan masalah merupakan dua hal yang sering dialami manusia. Dua hal ini bahkan sampai bisa membuat seseorang merasa ketakutan.

Saat dilanda dua hal ini, seseorang kerap berperilaku tidak tenang. Mereka cenderung seperti sedang menghadapi bahaya.

Saat dalam kondisi semacam ini, emosi seseorang dapat meningkat drastis. Ini bisa menyebabkan hal-hal yang lebih buruk jika tidak dapat dikendalikan.

Untuk itu, seorang Muslim dianjurkan untuk berserah diri kepada Allah SWT. Selain itu, juga dianjurkan membaca doa yang diriwayatkan oleh Tabrani di bawah ini.

"Allahumma inni as aluka nafsan bika muthmainnah, tukminu bi liqaaika watardhlaa bi qadlaaika, wa taqna'u bi 'athaaika."

Artinya:

"Ya Tuhanku, aku memohon pada-Mu jika yang merasa tenang pada-Mu, yang yakin akan bertemu dengan-Mu, yang ridha dengan ketetapan-Mu, serta yang merasa cukup dengan pemberian dari-Mu."



sumber :dream.co.id

Bocah Dua Tahun di Amerika Tembak Mati Ibunya Sendiri

   ilustrasi

WISCONSIN - Seorang ibu muda di Kota Milwaukee, Wisconsin, Amerika Serikat (AS) tewas setelah ditembak di bagian tubuh belakang oleh anaknya sendiri yang baru berumur dua tahun.

Ibu bernama Patrice Price, 26, ditembak mati ketika dia sedang mengemudikan mobil dengan pasangannya, bersama dua anak kecil di kursi belakang.

Salah satu anak laki-laki yang berusia dua tahun menemukan pistol di bawah jok belakang.

Price mengemudikan mobil di sepanjang Jalan Raya 175 dan mampu menghentikan mobil di dekat West Vliet Street meski telah ditembak di punggung. 

Ayahnya bocah yang jadi pelaku penembakan, Andre, mengatakan kepada stasiun radio lokal bahwa Patrice Price adalah ibu yang bekerja keras. ”Sekarang saya tidak memiliki dia. Dada saya sakit,” kata Andre, seperti dikutip dari IB Times, Kamis (28/4/2016).

Dalam sebuah pernyataan, Kantor Sheriff Milwaukee County (MCSO) mengatakan: "Laporan saksi awal menunjukkan bahwa seorang anak di kursi belakang kendaraan bisa memegang pistol dan menembakkan senjata api, meletuskan satu peluru ke punggung pengemudi. MCSO sedang dalam penyelidikan terkait kasus kematian yang sedang berlangsung.”

Price adalah ibu terbaru di AS yang ditembak oleh anak mereka sendiri secara tidak sengaja. Sebelumnya, ibu asal Florida; Jamie Gilt, ditembak ketika anaknya meraih pistol di bawah kursi. Ironisnya, Gilt, 31, merupakan aktivis pendukung hak kepemilikan senjata untuk sipil. Meski selamat, di terancam didakwa karena dianggap lalai.

Pada tahun 2014, seorang ibu bernama Veronica Rutledge, 29, ditembak mati oleh anaknya yang berusia dua tahun di Wal-mart setelah anak itu merogoh tasnya dan mengeluarkan pistol.


sumber : sindonews.com

Tuesday, April 26, 2016

Prancis Bikin Kapal Selam Tercanggih di Dunia untuk Australia Senilai Rp511 T



CANBERRA - Prancis memenangkan proyek untuk pembuatan kapal selam tercanggih di dunia untuk Australia senilai AUSD50 miliar atau sekitar Rp511 triliun.

Nilai proyek kapal selam ini tercatat sebagai belanja terbesar dalam sejarah Angkatan Laut Australia.
 
Pemerintah Australia di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Malcolm Turnbull mempercayakan perusahaan Prancis untuk membuat 12 kapal selam untuk menggantikan kapal selam Australia yang sudah usang.
 
”Kapal selam ini akan menjadi kapal Angkatan Laut yang paling canggih di dunia,” kata PM Turnbull dalam pengumuman pemenang kontrak yang dia sampaikan hari Selasa (26/4/2016).
 
Megaproyek kapal selam Australia itu akan digarap perusahaan Prancis di galangan kapal Adelaide ASC. Setidaknya 2.800 lapangan kerja baru akan ditawarkan untuk membangun armada baru kapal selam ini.
 
”Ini adalah hari besar bagi Angkatan Laut kita, hari besar bagi perekonomian abad ke-21 Australia, hari besar untuk pekerjaan masa depan,” ujar Turnbull. "Australia dibangun, pekerjaan untuk Australia, baja untuk Australia, di sini tepat di mana kita berdiri.”
 
Pengumuman oleh Turnbull muncul setelah rapat kabinet dan adanya persetujuan dari Komite Keamanan Nasional. Armada kapal selam baru akan menggantikan armada saat ini yang terdiri dari enam kapal selam Collins-class yang dijadwalkan pensiun dari layanan Angkatan Laut pada pertengahan 2020-an.


Megaproyek ini, seperti dilansir Russia Today, diperebutkan tiga pihak. Yakni,ThyssenKrupp Marine Systems (Jerman), DCNS (Prancis) dan Mitsubishi Heavy Industries (Jepang). Namun, kontrak akhirnya dimenangkan DCNS.



sumber : sindonews.com

Abu Sayyaf Penggal Sandera Kanada, Potongan Kepala Dibungkus Plastik



MANILA - Kelompok Abu Sayyaf di Filipina nekat memenggal sandera asal Kanada,John Ridsdel, setelah uang tebusan yang diminta tidak dibayar. Potongan kepala korban dibungkus kantong plastik dan dibuang di pinggir jalan.

Kepala Polisi Joho, Filipina, Junpikar Sitin, mengatakan dua pria mengendarai sepeda motor membuang potongan kepala yang dibungkus kantong plastik di sebuah jalan di Kota Jolo, Provinsi Sulu, Senin malam. Kedua pria itu kemudian melarikan diri.

Kelompok Abu Sayyaf sebelumnya telah memberikan ultimatum agar empat sandera—dua warga Kanada, satu warga Norwegia dan satu warga Filipina—ditebus masing-masing 300 juta peso. 

Batas ultimatum itu berakhir pada 25 April 2016 antara pukul 14.00 hingga pukul 15.00 waktu Filipina.

Selain John Ridsdel, 68, tiga sndera lainnya adalah Kjartan Sekkingstad (warga Norwegia), Robert Hall, 50 (warga Kanada), dan Marites Flor (warga Filipina).

Ridsel merupakan mantan wartawan Calgary yang alih profesi menjadi eksekutif pertambangan. ”Dia pasti menyadari bahwa ketika Anda bekerja di daerah masalah, Anda bisa memiliki beberapa kesulitan,” kata teman Ridsdel, Sandy Hunter, kepadaCBC, Selas (26/4/2016).

Para pejabat militer mengatakan kedutaan Kanada dan Norwegia telah diberitahu tentang penemuan jasad Ridsel.

Wali Kota Jolo, Hussin Amin mengutuk pemenggalan kepala sandera danmenyalahkan Abu Sayyaf.

”Ini adalah suatu tindakan barbar oleh orang-orang ini dan orang akan tergoda untuk berpikir bahwa mereka juga harus menemui nasib yang sama,” ujarnya melalui salurantelepon.

Sementara itu militer Filipina mengklaim telah mengerahkan pasukan untuk menyelamatkan para sandera menjelang berakhirnya tenggat ultimatum kemarin.

Para sandera termasuk Ridsel diyakini dibawa ke Jolo, Sulu, wilayah basis militan Abu Sayyaf. Selain empat sandera itu, ada 14 warga negara Indonesia (WNI) dan empatwarga Malaysia yang diculik di bawah todongan senjata oleh kelompok yang diduga dari faksi Abu Sayyaf



sumber :sindonews.com

AS Bangun Perisai untuk Cegah Nuklir Korut



WASHINGTON -  Amerika Serikat (AS) nampaknya menyadari ancaman yang dilontarkan Korea Utara (Korut) bukanlan sebuah omong kosong belaka. Sebagai bukti, AS saat ini sedang membangun sebuah perisai untuk menghalau serangan tersebut.

Rencana pembangunan perisai ini diutarakan langsung oleh Presiden AS, Barack Obama. Dalam sebuah wawancara dengan media setempat, Obama menuturkan bahwa militer AS tengah mengembangkan sistem pertahanan udara terbaru mereka untuk mencegah serangan Pyongyang.

"Salah satu hal yang telah kita lakukan adalah menghabiskan lebih banyak waktu pengembangan sistem rudal kami," kata Obama dalam wawancara tersebut, seperti dilansir Reuters pada Selasa (26/4).

"Walaupun kami saat ini mencoba untuk menyelesaikan masalah yang mendasari pengembangan nuklir Korut, kami juga menyiapkan perisai yang setidaknya bisa menahan relatif ancaman tingkat rendah yang mereka hadirkan sekarang," sambungnya,

Korut memang beberapa kali secara tersirat menyatakan akan melakukan serangan terhadap AS. Korut juga saat ini dilaporkan sudah berhasil menciptakan sebuah rudal, dengan hulu ledak yang bisa mencapai dataran utama AS.



sumber : sindonews.com

Ini Alasan Saudi Tak Pernah Beri Bantuan Militer pada Palestina

   

RIYADH - Pensiunan Jenderal Angkatan Bersenjata Arab Saudi, Mayor Jenderal Anwar Eshki mengungkap alasan mengapa pihaknya tidak pernah memberikan bantuan militer kepada Palestina, saat mereka mendapat serangan dari Israel. Dirinya menyebut, Saudi tidak ingin semakin menghancurkan Palestina dengan memberikan senjata.

Pernyataan Eshki itu muncul saat dirinya melakukan wawancara dengan media setempat. Dimana, sang pembawa acara mempertanyakan mengapa saat konflik di Yaman, Saudi melakukan aksi militer, sedangkan saat Gaza diserang Saudi tidak melakukan hal tersebut.

"Saya telah mengatakan kepada Iran tentang itu. Anda mendukung Palestina dengan senjata tapi kami mendukung mereka dengan uang. Ketika kami mendukung Palestina dengan uang. Kami ingin mereka hidup dengan baik, dan Anda memberi mereka senjata untuk menghancurkan diri mereka sendiri," kata Eshki, seperti dilansir Jpost pada Selasa (26/4).

Sementara itu, ketika ditanyakan butuh berapa lama bagi Saudi untuk memulai membuka Kedutaan Besar di Israel, sebagai bentuk perbaikan hubungan, dirinya menjawab saat Israel mulai menerima inisiatif perdamaian Arab untuk menyelesaikan konflik dengan Palestina.

"Anda dapat meminta Benjamin Netanyahu, jika ia mengumumkan bahwa ia menerima inisiatif dan memberikan semua hak untuk Palestina, Arab Saudi akan mulai membuat kedutaan besar di Tel Aviv," ucapnya.

Dirinya menambahkan, Saudi sejatinya tidak melihat fakta yang terjadi saat ini, dimana akibat sikap keras kepala Israel, membuat negara tersebut terisolasi. "Kami tidak suka Israel menjadi terisolasi di kawasan," imbuhnya.



sumber : sindonews.com




Monday, April 25, 2016

INI KISAH MENGHARUKAN. .PERJUANGAN ANAK PENCETAK BATA JADI POLWAN

   putri bersama ayahnya

Pikiran untuk bisa menjadi polisi mungkin tidak pernah ada dalam benak Putri Tanti Rahayu, 20 tahun. Ini lantaran untuk bisa diterima seleksi saja pasti butuh biaya besar.

Sementara orangtua Putri tergolong kurang mampu. Penghasilan orangtua hanya cukup untuk biaya hidup keluarga itu.

Ayah Putri, Tobai, 48 tahun, bekerja sebagai buruh pencetak batu bata. Sedangkan ibunya, Mulyanti, 43 tahun, bekerja di pabrik garmen di Bawen, Semarang.

"Sejak awal saya tidak pernah berangan-angan menjadi Polisi Wanita. Ekonomi keluarga pas-pasan," ujar Polwan berhijab dengan pangkat Brigadir Dua ini, dikutip dari akun Facebook Divisi Humas Polri.

Putri pertama kali mendapat kabar Polri membutuhkan tenaga Polwan cukup banyak, mencapai 7.000 personil pada April 2014. Informasi tersebut dia sampaikan kepada sang ibu, sesaat setelah selesai Ujian Nasional.

"Ibu menyarankan saya untuk mendaftar. Waktu itu saya beranggapan kalau masuk polisi harus bayar tidak sedikit dan sempat saya menolak," kata Putri.


Mendengar jawaban itu, sang ibu segera menyangkal. "Memangnya yang bisa masuk polisi hanya orang yang punya duit? Nduk, menawa dadi rezekimu (barangkali jadi rezekimu), lillahi Ta'ala saja nduk. Dicoba dulu," kata Putri menirukan ucapan sang ibu.

Putri lantas mendaftarkan diri, namun terkendala sulitnya memasukkan data secara online. Dia lalu bertanya ke petugas Polsek Salaman, Magelang dan disarankan untuk bertanya ke Polres Magelang.
"Namun saya takut dengan polisi, sehingga saya memutuskan untuk mencoba mencari info melalui internet," kata dia.

Putri kemudian dibantu oleh temannya berusaha untuk log in ke laman pendaftaran penerimaan Polwan dan berhasil. Selanjutnya, dia melakukan verifikasi ke Polres Magelang.

"Saat pengumpulan administrasi saya hanya membawa foto copy KTP, Kartu Keluarga, KTP orangtua dan foto copy ijazah. Dan pada saat Ritmin awal, saya datang ke Polres Magelang, lalu naik ke lantai dua dan bertemu dengan pendaftar dari salah satu SMA favorit di Magelang. Saya sempat merasa minder karena administrasi saya masih banyak kurang lengkap," ucap Putri.

Lantaran berkas kurang lengkap, Putri harus pulang menggunakan angkutan umum. Dia cukup lama menunggu, tapi tidak ada angkutan umum yang melintas.

"Dalam kondisi hujan abu ringan, saya putuskan untuk berjalan kaki sampai di kolam renang yang berjarak 1 km untuk mencari angkutan," kata dia

Sesampai di rumah, Putri mendapat telepon dari petugas pendaftaran Polres Magelang. Dia diminta membuat surat pernyataan bermeterai Rp6.000 apabila memutuskan untuk mengundurkan diri.
"Kalau mau dilanjut, ditunggu di Polres sampai pukul 15.00 WIB," kata dia.

Mendapat telepon tersebut, Putri segera melengkapi berkas dan kembali ke Polres diantar oleh teman. Sesampai di sana, berkas Putri diperiksa dan petugas memberikan waktu kepada dia untuk melengkapi persyaratan.

"Saat pengumuman saya tidak terlalu berharap lolos. Semuanya saya serahkan kepada Allah SWT. Dan tak disangka saya diberikan kesempatan untuk maju mengikuti tes di Semarang," tutur Putri.
Alhasil, Putri harus menempuh perjalanan Magelang-Semarang. Untuk pergi ke sana, dia diantar sepupunya yang bekerja sebagai petugas keamanan.

"Lalu saya pulang-pergi naik bus menuju Ambarawa, Jika ibu saya lembur, dia menjemput saya di depan Toserba ADA Semarang. Jika tidak, ibu menyusul di tempat tes saya," kata dia

Saat akan menjalani tes fisik berupa renang, Putri mengaku sempat putus asa. Dia yakin tidak lolos lantaran tidak mahir berenang.





sumber :dream.co.id