Wednesday, June 1, 2016

Ayah Enno Emosi dengan Ocehan Pengacara Pembunuh Anaknya

Ayah Enno Farihah, Arif Fikri mengungkapkan kekesalannya terhadap statement kuasa hukum ketiga tersangka pembunuh anaknya yakni RA (16), I (24), dan R (24) yang menyebut RA semestinya tidak dijerat dengan pasal pembunuhan.

"Saya ingin memukul kepala pengacara yang membela pembunuh anakku dengan cangkul betulkah tidak menyebabkan kematian buat dia," seperti dikutip dari status terakhir pada 22 Mei 2016 yang lalu di facebooknya @ariffikri.

Status tersebut langsung menuai komentar, yang menganggap para pelaku harusnya dihukum seadil adilnya. Bahkan akun @Nyonya Haris Sipayung mengomentari dengan menganggap pengacara ketiga pelaku tidak mempunyai perasaan.

Ungkapan kekesalan pun diperlihatkan akun facebook @Grissele Avhisa Gilberta. 

"gemes dengernya..andaikan posisi pengacara ada diposisi bapak..apakah pengacara itu akan membela sipembunuh ini???dimana letak keadilannya...nenek nyolong singkong aja sampe dibesar2kan..ini yg urusanya nyawa???mudah2n Tuhan buka keadilan untuk bapak ya..."



sumber ;sindonews.com

Ratusan Napi Mengamuk Lempari Polisi dengan Batu dan Molotov

GORONTALO - Ratusan narapidana  di Lapas Klas 2A Gorontalo mengamuk dan membuat kerusuhan Selasa malam (31/5/2016). Kerusuhan ini dipicu akibat kedatangan polisi yang hendak menangkap salah satu napi yang melakukan penikaman terhadap seorang anggota polisi saat mengantar tahanan ke dalam lapas.

Akibat penganiayaan tersebut salah seorang anggota polisi mengalami luka tusukan dan sabetan benda tajam dibagian kaki dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Setelah mendapat laporan  beberapa anggota Polres Gorontalo Kota datang ke lapas untuk menangkap pelaku penganiayaan tersebut.

Namun upaya penangkapan ini tidak berjalan mulus karena pelaku dan sejumlah rekannya sesama napi melakukan perlawanan dengan cara melempari petugas dengan batu. Mereka menolak rekan mereka akan ditangkap dan melempari polisi dengan batu dan bom Molotov.  

Situasi kemudian berubah menjadi rusuh karena para napi membuat keonaran dan mengambil alih lapas.
Untuk mengendalikan situasi ini sekitar ratusan aparat kepolisian dan Brimob Polda Gorontalo diterjunkan ke lokasi.

Personil kepolisian bersenjata lengkap ini kemudian mengepung lapas untuk mencegah ada napi yang kabur.
Kehadiran ratusan polisi bersenjata lengkap ini justru membuat situasi semakin memanas karena dari dalam lapas para napi terus melawan dengan melempari petugas dengan batu, panah wayer serta bom molotov.

Perlawanan para napi ini pun dibalas polisi dengan menembakan gas air mata ke dalam lapas beberapa personel polisi terluka akibat terkena lemparan batu.

Hingga berita ini diturunkan situasi di Lapas Klas DuaA Gorontalo belum bisa dikendalikan. Beberapa kali masih terlihat lemparan batu dari dalam lapas dan ratusan polisi masih tetap bersiaga di lokasi.



sumber:sindonews.com